Monday, 2 May 2011

Sepi Sigadis



Senyum riangnya sentiasa terukir dibibir,
Dari padangan zahir kelam sepi terpancar,
Gelak tawanya mehiburkan jiwa,
Tiap mata yang memandang terasa tenang.

Tiap langkah kakinya melangkah tabah,
Meniggalkan kenangan sepi terpilu,
Yang menjadi titik hitam deritanya,
Titisan tangis dibiar sepi ditelan tawa riangnya.

Dewasanya dia terus memandang kehadapan,
Meningal segala tangis dulu yang merobek jiwa,
Adakala dia menoleh milihat kenangan silamnya,
Pasti tangisan menyusul sepi tanpa teman disisi.

Riang tawa sigadis jadi penawar tiap insan,
Namun kesepian jiwa ditelan sendiri,
Tiap tangisan tingal kekal miliknya,
Sendiri menagis menelan sepinya.

1 comment: